Jumat, 01 Maret 2013

CARA MEMBAHAGIAKAN SUAMI



   Rumahku Surgaku. Itulah suatu harapan yang ada dalam sebuah pernikahan. Memang, tidaklah mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, dan bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Maka dari itu, dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan juga pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian. Rasulullah SAW bersabda : “ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”
   Setiap istri pastilah menghendaki kebahagiaan dalam rumah tangganya. Maka dari itu, timbullah sebuah kewajiban bagi mereka, yaitu tidak hanya melulu menuntut dibahagiakan, tapi juga harus mengerti dan mau belajar tentang bagaimana cara membahagiakan. Dan berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk membahagiakan suami, diantaranya ialah:
1.       Istri bagaikan sekuntum mawar yang sedang bersinar. Buatlah disaat suami masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.
2.      Menjadi sebaik-baiknya perhiasan bagi suami. Rasulullah SAW pernah ditanya tentang isteri yang sholihah. Beliau menjawab: Apabila diperintah, ia selalu taat, apabila dipandang ia menyenangkan, dan ia selalu menjaga diri serta harta suami (manakala suaminya tidak ada)” (HR. Nasa`i). Disinilah keistimewaan seorang wanita ketika menjadi seorang istri, dia kelihatan begitu indah dan cantik ketika tidak menjadi seorang yang kasar dan pembangkang namun yang pandai belajar untuk selalu menata hatinya dan taat kepada suami.
3.  Lembut dan pelankanlah suara seorang istri ketika berbicara dengan sang suami dan jangan sampai suara seorang istri lebih tinggi ketika bersama suami.
4.   Bersikaplah diam ketika seorang suami sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya.
5.      Jadilah istri yang indah dari sebuah keikhlasan.  Ini bukan sesuatu yang mudah dalam mendidik diri kita untuk selalu menjadi seorang pribadi pengabdi. Perlu kesadaran lebih terutama dalam mengalahkan ego sebagai wanita. Dan seberapapun besar kesulitan itu, semua akan bisa di raih jika para istri benar- benar mau belajar mengikhlaskan pengabdiannya kepada suami hanya karena Allah saja.
6.    Jangan pernah anggap diri kita sebagai pelayan ketika melayani suami. Melayani bukan berarti kita menjadi pribadi nomer 2 yang harus tunduk dan patuh dalam perintah seorang suami. Namun dengan melayani justru akan membuat kita merasa jadi pribadi yang selalu dibutuhkan dan kehadiran kita akan menjadi suatu hal yang sangat ditunggu- tunggu karena menjadi penopang wajib dari yang dilayani. Itulah makna sebenarnya dari kata disayang atau dicintai.
7.   Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru untuk suami, janganlah beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.
8.  Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya seorang istri tidak menunggu agar sang suami meminta ma’af terlebih dahulu (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan istri) kecuali jika suami secara sadar mengakui kesalahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar